[ BELAS KASIH DAN PRIBADI ] Bagaimana Kita Memulainya PART 5
Kita harus memulainya dengan menyingkirkan hal-hal yang banyak merintangi kita dalam mengembangkan belas kasih , yaitu kemarahan dan kebencian. Seperti kita semua ketahui, hal ini merupakan perasaan yang sangat kuat, yang dapat mempengaruhi pikiran kita. Meski pun begitu mereka dapat dikendalikan . Bilamana mereka tidak dapat dikendalikan, perasaan yang tidak baik ini dapat mengganggu dan menghalangi usaha kita dalam mencari kebahagiaan.
Pada awalnya sangatlah berguna untuk menyelidiki apakah kemarahan itu memiliki nilai atau tidak. Kadangkala ada saat kita sedang berkecil hati karena suatu kesulitan, kemarahan tampaknya dapat menolong, seolah-olah dapat menambah energi, kepercayaan diri dan tekad. Pada saat demikian, kita harus memeriksa keadaan mental kita dengan hati-hati. Walaupun benar bahwa kemarahan dapat menimbulkan ekstra energi, tetapi bila kita menelaah sifat dari energi ini maka yang kita temukan adalah suatu kegelapan, kita tidak yakin apakah energi tersebut hasilnya akan positif atau negatif. Ini disebabkan karena kemarahan memudarkan bagian otak kita yang baik, yaitu rasionalitas. Jadi energi dari rasa marah hampir selalu tidak dapat dipercaya. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan besar yang tidak menguntungkan pada perilaku. Jika kemarahan sampai pada puncaknya, maka orang dapat tampak seperti orang gila. Tingkah laku seperti ini dapat merusak dirinya sendiri dan orang lain. Maka lebih baik bila kita dapat mengembangkan tenaga yang sama kuatnya tetapi lebih terkendali sehingga dapat mengatasi keadaan yang sulit.
Tenaga ini datangnya tidak hanya dari belas kasih, tetapi juga dari akal sehat dan kesabaran dan merupakan obat yang manjur untuk mencegah kemarahan. Sayangnya, banyak orang yang salah menilai dan menanggap hal tersebut sebgai suatu tanda kelemahan. Saya percaya bahwa yang sebaliknyalah yang benar, yaitu bahwa hal tersebut justru tanda dari kekuatan batin. Belas kasih adalah alami, sejuk, damai, dan halus, tetapi bisa juga menjadi suatu kekuatan yang hebat. Orang yang mudah kehilangan kesabarannya, selalu gelisah dan tidak tenang hatinya. Bagi saya, bangkitnya kemarahan adalah tanda dari kelemahan.
Kalau ada suatu masalah, cobalah untuk tetap rendah hati dan tetap penuh pengertian supaya hasilnya bijak bagi semua orang. Tentu saja akan ada orang yang mau mencoba untuk mengambil keuntungan dari Anda, tetapi jika aktivitas anda ini hanya mendorong agresi yang tidak adil, maka ambillah suatu tindakan yang tegas. Namun hal ini harus dilakukan dengan belas kasih dan jika memang diperlukan suatu tindakan yang tegas, lakukanlah itu tanpa rasa marah atau benci.
Anda harus menyadari, bahwa walaupun lawan-lawan anda tampknya membahayakan, pada akhirnya perbuatan buruk mereka akan merugikan diri mereka sendiri. Dalam pengendalian diri yang egois untuk melakukan pemmbalasan, anda harus ingat akan tekad anda untuk mempraktikan belas kasih dan merasa wajib untuk membantu lawan tersebut, agar tidak menderita akibat dari tindakan-tindakan yang telah ia lakukan.
Jadi karena tindakan- tindakan yang anda ambil sudah dipilih secara hati-hati, maka tindakan tersebut akan lebih berhasil, lebih cermat dan lebih kuat. Pembalasan yang hanya didasarkan pada kekuatan membuta dari kemarahan jarang mengenai sasaran.
Pada awalnya sangatlah berguna untuk menyelidiki apakah kemarahan itu memiliki nilai atau tidak. Kadangkala ada saat kita sedang berkecil hati karena suatu kesulitan, kemarahan tampaknya dapat menolong, seolah-olah dapat menambah energi, kepercayaan diri dan tekad. Pada saat demikian, kita harus memeriksa keadaan mental kita dengan hati-hati. Walaupun benar bahwa kemarahan dapat menimbulkan ekstra energi, tetapi bila kita menelaah sifat dari energi ini maka yang kita temukan adalah suatu kegelapan, kita tidak yakin apakah energi tersebut hasilnya akan positif atau negatif. Ini disebabkan karena kemarahan memudarkan bagian otak kita yang baik, yaitu rasionalitas. Jadi energi dari rasa marah hampir selalu tidak dapat dipercaya. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan besar yang tidak menguntungkan pada perilaku. Jika kemarahan sampai pada puncaknya, maka orang dapat tampak seperti orang gila. Tingkah laku seperti ini dapat merusak dirinya sendiri dan orang lain. Maka lebih baik bila kita dapat mengembangkan tenaga yang sama kuatnya tetapi lebih terkendali sehingga dapat mengatasi keadaan yang sulit.
Tenaga ini datangnya tidak hanya dari belas kasih, tetapi juga dari akal sehat dan kesabaran dan merupakan obat yang manjur untuk mencegah kemarahan. Sayangnya, banyak orang yang salah menilai dan menanggap hal tersebut sebgai suatu tanda kelemahan. Saya percaya bahwa yang sebaliknyalah yang benar, yaitu bahwa hal tersebut justru tanda dari kekuatan batin. Belas kasih adalah alami, sejuk, damai, dan halus, tetapi bisa juga menjadi suatu kekuatan yang hebat. Orang yang mudah kehilangan kesabarannya, selalu gelisah dan tidak tenang hatinya. Bagi saya, bangkitnya kemarahan adalah tanda dari kelemahan.
Kalau ada suatu masalah, cobalah untuk tetap rendah hati dan tetap penuh pengertian supaya hasilnya bijak bagi semua orang. Tentu saja akan ada orang yang mau mencoba untuk mengambil keuntungan dari Anda, tetapi jika aktivitas anda ini hanya mendorong agresi yang tidak adil, maka ambillah suatu tindakan yang tegas. Namun hal ini harus dilakukan dengan belas kasih dan jika memang diperlukan suatu tindakan yang tegas, lakukanlah itu tanpa rasa marah atau benci.
Anda harus menyadari, bahwa walaupun lawan-lawan anda tampknya membahayakan, pada akhirnya perbuatan buruk mereka akan merugikan diri mereka sendiri. Dalam pengendalian diri yang egois untuk melakukan pemmbalasan, anda harus ingat akan tekad anda untuk mempraktikan belas kasih dan merasa wajib untuk membantu lawan tersebut, agar tidak menderita akibat dari tindakan-tindakan yang telah ia lakukan.
Jadi karena tindakan- tindakan yang anda ambil sudah dipilih secara hati-hati, maka tindakan tersebut akan lebih berhasil, lebih cermat dan lebih kuat. Pembalasan yang hanya didasarkan pada kekuatan membuta dari kemarahan jarang mengenai sasaran.
Comments
Post a Comment