[ BELAS KASIH DAN PRIBADI ] Bagaimana Mencapai Kebahagiaan PART 2
Sebagai tahap permulaan, kebahagiaan dan penderitaan masing-masing dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu batiniah dan jasmaniah. Dari kedua hal tersebut, yang paling berpengaruh dalam kehidupan kita adalah pikiran. Kecuali bila kita sakit berat atau kehilangan kebutuhan-kebutuhan dasar, amak kondisi jasmani hanya mengambil peran kedua dalam kehidupan kita. Bilamana tubuh dalam keadaan sehat, kita biasanya mengabaikannya. Tetapi batin kita mencatat setiap peristiwa, walaupun hal yang paling kecil sekali pun. Karena itu kita harus berusaha keras untuk memperoleh ketenangan batin.
Dari pengalaman saya yang terbatas ini, saya berpendapat bahwa ketentraman batin yang paling tinggi datang dari pengembangan cinta kasih dan belas kasih.
Makin banyak kita membahagiakan orang lain, makin besar pula kepuasan batin kita. Dengan memelihara suatu hubungan yang akrab dan hangat dengan orang lain, maka otomatis pikiran kita menjadi tentram. Kondisi ini dapat membantu menghilangka rasa takut dan memberi kekuatan pada kita untuk menghadapi setiap cobaan. Hal ini juga sangat berperan dalam keberhasilan kita dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, kita tidak dapat terhindar berbagai masalah. Bila saat itu kita kehilangan harapan dan putus asa, maka ini berarti berkurangnya kemampuan kita dalam menghadapi kesukaran. Sebaliknya, bilamana kita selalu ingat, bahwa bukan kita saja, tetapi juga orang lain mengalami penderitaan, maka pandangan yang realistis ini dapat memperbesar tekad dan kemampuan kita untuk mengatasi semua kesukaran-kesukaran. Sebenarnya dengan sikap demikian, setiap kesukaran baru dapat dilihat sebagai suatu kesempatan berbahagia untuk mengembangkan batin kita.
Dengan demikian secara berangsur-angsur kita dapat memiliki perasaan belas kasih , yang berarti bahwa kita dapat mengembangkan perasaan simpati yang tulus untuk penderitaan orang lain, dan menimbulkan kemampuan kita untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Sebagai hasilnya, ketenangan dan kekuatan batin kita akan bertambah.
Dari pengalaman saya yang terbatas ini, saya berpendapat bahwa ketentraman batin yang paling tinggi datang dari pengembangan cinta kasih dan belas kasih.
Makin banyak kita membahagiakan orang lain, makin besar pula kepuasan batin kita. Dengan memelihara suatu hubungan yang akrab dan hangat dengan orang lain, maka otomatis pikiran kita menjadi tentram. Kondisi ini dapat membantu menghilangka rasa takut dan memberi kekuatan pada kita untuk menghadapi setiap cobaan. Hal ini juga sangat berperan dalam keberhasilan kita dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, kita tidak dapat terhindar berbagai masalah. Bila saat itu kita kehilangan harapan dan putus asa, maka ini berarti berkurangnya kemampuan kita dalam menghadapi kesukaran. Sebaliknya, bilamana kita selalu ingat, bahwa bukan kita saja, tetapi juga orang lain mengalami penderitaan, maka pandangan yang realistis ini dapat memperbesar tekad dan kemampuan kita untuk mengatasi semua kesukaran-kesukaran. Sebenarnya dengan sikap demikian, setiap kesukaran baru dapat dilihat sebagai suatu kesempatan berbahagia untuk mengembangkan batin kita.
Dengan demikian secara berangsur-angsur kita dapat memiliki perasaan belas kasih , yang berarti bahwa kita dapat mengembangkan perasaan simpati yang tulus untuk penderitaan orang lain, dan menimbulkan kemampuan kita untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Sebagai hasilnya, ketenangan dan kekuatan batin kita akan bertambah.
Comments
Post a Comment